Jumat, 27 Februari 2015

Posisi tidur yang baik untuk ibu hamil

posisi tidur yang baik untuk ibu hamil
Kehadiran buah hati memang sangat ditunggu-tunggu. Apalagi bagi wanita yang sulit hamil, sehingga mencari berbagai cara agar cepat hamil misalnya dengan menghitung masa subur wanita. Setelah mengandung maka kita wajib menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Selain wajib menghindari makanan yang berbahaya bagi ibu hamil, ibu hamil juga harus bisa mendapatkan kenyamanan pada saat tidur untuk menjaga kebugarannya. Hal tersebut bisa didapatkan dengan menerapkan posisi tidur yang baik dan nyaman untuk ibu hamil.
Bagi anda yang pertama kali mengalami kehamilan tentu akan berpikir mengenai kenyamanan diri pada saat tidur. Terbayang bagaimana perut yang membesar mengganjal sehingga memberikan posisi tidur yang tidak nyaman. Hal ini biasanya terjadi pada trisemester kedua dimana perut sang ibu mulai membesar.
Kebanyakan ibu hamil akan mengkhawatirkan janinnya pada saat itu, ada yang kepikiran tergencet, posisi janin yang terjepit dan lain sebagainya. Untungnya Tuhan itu maha adil dan maha kuasa. Sebenarnya apapun posisi tidur sang ibu, janin di dalam kandungan selalu merasa nyaman karena terlindungi didalam rahim. Selain itu, janin juga berada di dalam cairan ketuban dan mempunyai ruang bergerak yang bebas. Hanya saja posisi tidur yang tepat akan memberikan kenyamanan bagi sang ibu beristirahat dengan maksimal sehingga memberikan kondisi yang bugar dalam menjaga kesehatan diri dan janin. Berikut posisi tidur yang baik untuk ibu hamil :

1. Tidur Dengan Posisi Tengkurap

Posisi tidur ini cukup nyaman pada trisemester pertama. Namun, memasuki trisemester kedua dimana terjadi pembesaran dan peningkatan sensitifitas rangsangan pada payudara dapat menimbulkan ketidak nyamanan tidur pada posisi tengkurap. Kalaupun terpaksa tidur tengkurap, maka pada posisi paha harus diganjal dengan bantal agar posisinya sama dengan bagian perut.

2. Tidur Dengan Posisi Terlentang

Posisi tidur telentang pada kehamilan trisemester kedua dan ketiga dapat mengakibatkan sang ibu rentan terhadap gangguan kesehatan diantaranya sakit pinggang, gangguan pencernaan dan juga wasir. Hal ini dikarenakan seluruh berat rahim akan bertumpu ke bagian belakang tubuh anda termasuk usu dan juga vena cava inferior. Selain itu, posisi tidur telentang dapat mempengaruhi tekanan darah. Tidur dengan posisi telentang cocok bagi ibu dengan kehamilan masih muda, karena berat rahim yang belum seberapa.

3. Tidur Dengan Posisi Miring

Pada usia kehamilan memasukin usia 16 minggu biasanya perut akan terlihat membesar. Para ahli menganjurkan agar posisi tidur yang tepat yaitu dengan posisi miring. Tidur dengan posisi yang miring ke kiri memberikan keuntungan bagi janin. Janin bisa mendapatkan aliran darah dan nutrisi secara maksimal ke plasenta karena adanya bagian vena cava inferior di sebelah kanan yang akan mengembalikan aliran darah ke jantung dari bagian tubuh bawah. Selain itu posisi tidur miring ke sebelah kiri ini juga dinilai bisa membantu melancarkan pekerjaan ginjal dalam membuang zat sisa dan juga cairan dari dalam tubuh sang ibu.
Akan tetapi, tidur dengan posisi miring ke kiri akan membebani organ tubuh karena organ tubuh sebelah kanan umumnya berukuran lebih berat. Oleh karena itu, ada baiknya mengganti posisi tidur miring ke kiri dan ke kanan secara bergantian.
Meskipun sudah mengatur posisi tidur yang baik pada ibu hamil, namun biasanya posisi tidur akan berubah saat terbangun. Jangan khawatir, kembalilah pada posisi tidur yang diinginkan. Untuk menambah kenyamanan dapat pula menggunakan bantal khusus untuk ibu hamil yang memang didesain mengikuti pola tubuh.

0 komentar

Posting Komentar